watch sexy videos at nza-vids!
Logo
Добро пожаловать
Последние видео XXX (New)
www.anakmanis.wapath.com сайте бесплатный сервис
Новое видео секс (4288)
Hot Gallery
Last upload java game:
added : 25/09/26
3D_Super_taxi_driver.jar
Adrenaline_Racing.jar
Airborne_3D.jar
American_Gangster.jar
AsianDynasties_240.jar
1234...181920»
Persembahan Spesial
Pembaca yang budiman perkenankan saya untuk berbagi ceritera kepada sesama penggemar cerita sex Adapun kisah yang saya ceriterakan tersebut di bawah ini mungkin sudah usang, karena kisah in saya alami pada tahun 1991 yang lalu di daerah Lombok Timur. Tanpa bermaksud untuk mengurangi isi ceritera nama yang saya gunakan dalam ceritera ini sengaja saya samarkan.

Juni 1991 saya pergi ke Lombok Timur untuk suatu tugas dari bos tempat saya bekerja untuk menagih hutang bisnis, pada salah satu kolega bisnisnya. Dari kota Malang yang ada di Jawa aku menggunakan perjalanan darat sampai ke Banyuwangi lalu menyeberang ke Bali dan dilanjutkan perjalanan darat lagi hingga ke Padang Bai yang ada di pantai timur bali, kemudian menyeberang lagi hingga ke Lembar di pulau Lombok, setelah itu aku masih harus menggunakan jalan darat lagi hingga ke Desa Mamben Kecamatan Aikmel di ujung Timur pulau Lombok. Setelah kurang lebih 40 jam dalam perjalanan aku tiba di rumah Haji Mochtar, kolega bosku yang berhutang tersebut.

Setelah berbasa-basi sejenak dengan Haji Mochtar, beliau mempersilahkan aku untuk beristirahat terlebih dahulu. Karena memang capek akupun berterima kasih sekali. Untukku disediakan kamar yang cukup besar bersebelahan dengan kamar tidur utama tempat tidur Haji Mochtar. Cukup mewah untuk ukuran rumah desa, selain cukup luas bersih dan nyaman. Siang itu aku tidur cukup nyenyak setelah dua hari diguncang kendaraan dalam perjalanan dari Jawa hingga ke Lombok.

Sore harinya aku bangun dalam keadaan segar, keluar dari kamar kulihat duduk di beranda sambil menghisap rokok. Melihat aku keluar dari kamar, Haji Mochtar menyambutku lalu memperkenalkan aku dengan anggota keluarganya ; Masmah istrinya, Yati janda almarhum kakak Haji Mochtar yang juga kolegaku di Malang serta lima anak Haji Mochtar dan empat anak Yati. Setelah berbasa-basi sejenak Haji Mochtar menawarkan aku untuk mandi di sungai. Walaupun di rumah Haji Mochtar ada kamar mandi, namun keluarga itu masih senang mandi di sungai, lebih segar katanya. Karena belum pernah mandi di sungai, aku jadi tertarik juga.

Ternyata sungai tempat mandi yang tidak begitu jauh dari rumah Haji Mochtar itu tidak seperti sungai yang aku bayangkan, lebih tepatnya telaga menurutku bukan sungai. Air telaga itu jernih sekali hingga batu dan ikan yang ada di dasarpun tampak. Karena hari belum terlalu sore, belum tampak orang mandi di sana. Telaga itu di sekat menjadi tiga bagian dengan mempergunakan anyaman daun kelapa diatas air dan tumpukan batu dari pemukaan air hingga dasar sungai. Di sebelah paling hulu tempat mandi dewasa, demikian juga yang di tengah sedangkan di hilir yang airnya lebih dangkal untuk mandi anak-anak.

Melihat air telaga yang jernih aku jadi ingin segera mandi, karena masih sepi tanpa canggung aku melepas seluruh pakaianku dan segera masuk ke air. Segar juga rasanya mandi di sungai, ingin rasanya aku berlama-lama berendam. Haji Mochtarpun tampaknya juga mempunyai perasaan sepertiku.

Kurang lebih seperempat jam kami berendam aku mendengar ada suara beberapa perempuan datang ke tempat mandi kami, aku pikir tentunya bilik yang di tengah adalah untuk bilik pempuan karena tampak lebih rapat dan aku juga tidak tahu jalan masuknya. Aku tidak ambil pusing dengan suara perempuan yang datang, sambil berenang agak ke tengah aku memeriksa batu pembatas bilik, sebab aku penasaran kenapa batu yang di tengah nampak terputus kurang lebih satu meter panjangnya.

Sesekali aku menyelam agar tahu apakah batas tersebut memang tidak sampai ke dasar, setelah tahu batas tersebut memang terputus sampai ke dasar, aku segera kembali ke tepi karena ingin bertanya pada Haji Mochtar kenapa batas itu terputus. Sewaktu aku menyembul ke permukaan untuk mengambil nafas, aku mendapati pemandangan yang sangat mengejutkan ; ternyata di tepian di dekat aku meletakan bajuku, aku melihat beberapa perempuan sedang melepas baju, hendak mandi. Lebih terkejut lagi mereka nampak tidak terkejut sama sekali dan nampak biasa-biasa saja. Diantara perempuan-perempuan itu aku melihat Yati dan Masmah istri Haji Mochtar, sambil melepas celana dalam Masmah menyapaku yang masih di dalam air, “Segarkan pak, mandi di sungai?”

“I i i ya bu,” jawabku tergagap, sambil mataku tidak lepas dari bukit kecil di belahan pahanya yang ditumbuhi bulu yang lumayan lebat dan kasar. Melihat pemandangan seperti itu aku jadi belingsatan sendiri, penisku mulai mengembang karena pemandangan tersebut. Bagaimana tidak jika dalam jarak kurang dari 4 meter di depanku ada enam orang perempuan yang semuanya telanjang bulat.

Aku jadi berpikir apakah aku tadi terbawa arus waktu di bawah air hingga aku terseret ke bilik tengah ? namun anehnya kenapa para perempuan itu tidak terkejut? Dalam kegalauan seperti itu aku melihat Yati yang juga telah telanjang bulat segera menceburkan diri ke air dan berenang mendekatiku.Next

AnakManis 2o12

Playboy Mobi

Home
Free Automatic Backlinks.
TOP-RATING
C-STATCibulan-Kuningan