watch sexy videos at nza-vids!
Logo
Добро пожаловать
Последние видео XXX (New)
www.anakmanis.wapath.com сайте бесплатный сервис
Новое видео секс (4288)
Hot Gallery
Last upload java game:
added : 07/04/26
3D_Super_taxi_driver.jar
Adrenaline_Racing.jar
Airborne_3D.jar
American_Gangster.jar
AsianDynasties_240.jar
1234...181920»
Dukuh Terpencil Lereng Bukit

Ini merupakan dunia baru bagi Aldi. Bagaimana tidak? Dia biasa tinggal di tengah hiruk pikuk perkotaan, saat ini harus tinggal di sebuah desa terpencil yang cukup jauh dari peradaban. Ini memang tugas. Tiga bulan lalu ia diterima sebagai PNS di instansi yang berhubungan dengan desa tertinggal.

Sebagai sarjana teknik sipil ia ditugaskan untuk mendesain sekaligus mengerjakan sebuah proyek irigasi. Desa Klecak, itu nama desa yang ia tempati saat ini. Desa tersebut berada di lereng perbukitan, sebenarnya merupakan desa yang cukup subur. Hanya saja kurang ditopang dengan kondisi air yang memadai karena belum ada saluran irigasi yang permanen. Jika ada saluran irigasi, itu pun hanya saluran terbuat dari tanah yang digali memanjang. Topografi yang berbukit membuat saluran itu kerap bocor sehingga kurang maksimal.

Disinilah tugas utama Aldi untuk merancang dan membuat saluran irigasi permanen dari air terjun yang berada di ujung desa dan berbatasan dengan hutan lindung. Tentu dengan peran swadaya masyarakat setempat. Panjang saluran direncanakan sekitar 900 meter menyisir lereng bukit dengan jarak terdekat dari dukuh paling ujung adalah 500 meter.

Dengan wilayah berbukit, membuat desa itu terbagi dalam beberapa pedukuhan yang saling terpisah. Jalan antar pedukuhan di desa itu bebukit, naik turun terhubung dengan jalan setapak yang membelah ladang.

Sebagai pendatang sekaligus tamu bagi desa itu, awalnya ia diminta tinggal di rumah pak Kades, Sukarya yang terbilang cukup megah untuk ukuran orang desa. Meski jaraknya cukup jauh dengan lokasi yeng hendak dibangun, Ia mau menuruti saran tersebut. Apalagi, nyalinya sedikit kecut juga tinggal di daerah terpencil yang belum ada listrik. Pekan-pekan pertama ia harus berjalan sekitar 45 menit untuk survey menuju lokasi pembanguan yang berada di dukuh Binangun yang merupakan dukuh paling ujung di desa Klecak.

Setelah dua pekan tinggal di tempat pak Kades ia membulatkan tekat untuk tinggal di Dukuh Binangun dengan alasan lebih fokus pada pekerjaan. Apalagi ia ingin cepat-cepat menyelesaikan proyek itu dengan harapan bisa kembali ke kota kecamatan yang lebih dekat dengan dunia luar.

Dukuh yang ia tempati saat ini berjumlah sekitar 30 kepala keluarga. Masyarakatnya sangat ramah dan masih menjujung tinggi adat istiadat. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai peternak dan petani di ladang.

Aldi sendiri, di dukuh itu di tempatkan di rumah pasangan suami istri Sanwirya-Rukiah. Mereka adalah sepasang suami istri yang sudah cukup tua. Usianya sekitar 53 dan 49 tahun. Mereka tinggal sendiri karena ketiga anak perempuannya sudah menikah dan ikut suaminya. Sedangkan si bungsu yang laki-laki sedang merantau ke kota. Keramahan kedua pasangan itu membuat ia betah tinggal di rumah itu meski terbilang sederhana. Apalagi Aldi sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Awal pekan ke tiga masih dilakoni dengan tugas survey dan merancang gambar bangun irigasi, guna menentukan titik-titik yang dirasa tepat dilalui saluran tersebut. Dengan tinggal di rumah pasangan Sanwirya-Rukiah membuat kerja lebih mudah dan jaraknya lebih dekat. Untuk menuju air terjun yang menjadi sumber air irigasi hanya butuh waktu 15 menit saja.

Tidak seperti hari-hari sebelumnya, hari ini Aldi berangkat lebih siang menuju lokasi survei. Ia agak santai sebab sedikit lagi rancangannya hampir sempurna. Di tengah terik matahari, Aldi berjalan menyusuri jalan setapak. Di sisi kiri terhampar ladang yang ditumbuhi tanaman jagung dan di sebelah kanan ada tebing perbukitan. Sambil mengamati sekitar ia bergumam dalam hati “Jika saluran irigasi ini selesai dibangun, tentu tidak hanya tanaman jagung yang bisa tumbuh di ladang tersebut, namun bisa pula ditanamani padi yang lebih produktif secara ekonomi,”

Saat hendak sampai lokasi air terjun matanya melihat satu perempuan dengan anak gadisnya. Mereka tengah sibuk menyiangi rumput di lahan jagung. Perempuan itu adalah Ningsih, usianya sekitar 40 tahun dan anak gadisnya Tari usianya baru 11 tahun. Aldi tahu nama mereka karena mereka tinggal tak jauh dari rumah pasangan Sanwirya yang ia tempati saat ini. Bahkan saat survey sebelumnya ia beberapa kali bertemu dengan mereka dan saling sapa.

Ningsih sebenarnya masih memiliki suami, namun sudah 10 tahun sejak merantau, suaminya tidak pulang ke rumah. Ada slentingan suaminya menikah lagi, namun itu semua hanya kabar burung. Itu membuat Ningsih harus membesarkan kedua anaknya sendirian, semua anaknya perempuan. Rusmi si sulung sudah menikah dua tahun lalu dan ikut suaminya di desa tetangga, sehingga ia hanya tinggal dengan si bungsu Tari. Kesibukan sehari-hari hanya diisi dengan mengurus rumah dan ladang. Sesekali dibantu Tari.

Page 1 of 4 | Next page




Cerita Sex


AnakManis 2o12

Playboy Mobi

Home
Free Automatic Backlinks.
TOP-RATING
C-STATCibulan-Kuningan