
Didalam liang kemaluan ningsih aldi merasakan batang kemaluannya serasa dipijit pijit oleh kontraksi otot vagina ningsih. Hangat, lembut dan nikmat. Begitupula dengan ningsih, merasakan kenikmatan yang tiada tara. Setelah sepuluh tahun lebih tidak disentuh oleh suaminya ia benar-benar merasakan dahaganya mulai tersalurkan. Saat batang kemaluan Aldi yang besar dan panjang ini menembus masuk ke dalam liang senggamanya serasa ada yang mengganjal namun nikmat. ia ingin menelan semuanya dan tak ingin melepaskannya.
Pelan Aldi mulai menggoyang pantatnya. Gesekan antara dua kemaluan yang berbeda jenis ini membuat sensasi kenikmatan yang luar biasa. Semua syaraf terasa seperti teraliri listrik. Nafsu pun kian memuncak desahan dari mulut ningsih kian keras…”Ah..ah…mas..terus..ahh,” desah ningsih tak ada hentinya.
Aldi terus mempercepat goyangannya, pelan namun pasti ningsih juga menggoyangkan pantatnya membuat kemaluan aldi sperti disedot dan diremas-remas. Ditekuknya paha ningsih dan dihunjamkan kian keras batang kemaluan Aldi ke liang vagina Ningsih. Seperti kesetanan Aldi terus mempercepat memompa ningsih. Begitupula dengan ningsih kian menggeliat dan mendesah keras…”auh..ohhh…yaah..masss…teruss..,” Ia sudah tidak memperdulikan sekitarnya. Kenimatan terus menjalari dua insan itu..detak jantungnya berpacu kian keras, pada satu titik, waktu serasa berhenti dan “crooot” “ahhhh………” erangan panjang menandakan keduanya mencapai orgasme. Semua hasrat telah tersalurkan, sendi-sendi terasa lemas namun mereka masih berpelukan serasa tidak ingin saling melepaskan.
Aldi kemudian mengecup kening Ningsih..”makasih mbakk..” air mata menetes dari ujung mata ningsih. Ia kemudian memeluk erat aldi sambil berbisik “makasih juga mas…,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan hajatnya ..aldi membopong ningsih ke gubuk di tegah sawah. Ia kemudian menuju air terjun yang tak jauh dari ladang itu, bersih-bersih kemudian mengambil air dengan ember dan membersihkan tubuh ningsih dari kotoran tanah. Setelah beristrahat sejenak ia memapah ningsih pulang.
Page 4 of 4 | Previous page
Home

Cibulan-Kuningan